#GasKeHondaBikersDay2018

http://hondacommunityid.com

Minggu, 23 Sep 2018 14:49
Honda Community

Mengenal Kesenian Dul Muluk, Seni Pertunjukan Tertua di Palembang

Bro, Honda Bikers Day Regional pertama akan digelar di Jakabaring Sport City Palembang 6 Oktober 2018.

Bagi bro-bro sekalian yang mau datangi HBD 2018 Regional Palembang jangan lupa untuk menonton salah satu kesenian tertua disana, Dul Muluk.

Bicara kesenian Dul Muluk, banyak sumber mengatakan jika awal nama ini berawal dari kitab Kejayaan Kerajaan Melayu yang selesai ditulis pada 2 juli 1845, yang berjudul Syair Abdul Muluk.

Awal mula terbentuknya teater ini adalah berupa pembacaan syair oleh Wan Bakar yang membacakan tentang syair Abdul Muluk disekitar rumahnya di Tangga Takat 16 Ulu pada tahun 1854.

Agar lebih menarik pembacaan syair kemudian disertai dengan peragaan oleh beberapa orang ditambah iringan musik gambus dan terbangan.

Tahun 2012 lalu Pemprov Sumatera Selatan telah mendaftarkan kesenian Dul Muluk ke Unesco.

Harapannya, supaya seni pertunjukan semacam wayang itu tetap lestari.

Rapanie Igama, peneliti Dul Muluk, mengatakan ada beberapa fungsi sosial Dul Muluk, di antaranya sebagai sarana hiburan dalam acara-acara keluarga dan adat.

Fungsi ini tidak tergantikan oleh kesenian lain karena mengandung unsur kolektifitas, ketradisionalan, melibatkan berbagai cabang kesenian tradisional, dan dari segi penikmatnya, kesenian ini cenderung dihadirkan oleh anggota masyarakat yang berkeinginan melestarikan tradisi.

Kemudian sebagai sarana integrasi sosial yang dapat diterima komunitas berbagai daerah di Sumatera Selatan sebagai kesenian tradisional bersama, dan dapat menjalankan peran sebagai alat promosi masyarakat dan pemerintah.

Terakhir, sebagai sarana pemerintah dalam menjalankan politik identitas melalui kesenian dalam kaitannya dengan hubungan kebudayaan tingkat regional, nasional, kawasan maupun mancanegara.

Fungsi ini tidak tergantikan selain karena karakteristik keseniannya juga karena identitas asal yang melekat pada Dulmuluk tidak terikat pada komunitas suku tertentu di Sumatera Selatan.

 

 

 

Sumber foto: Laskarwongkito.com