Kami masuk Sudan dari Gallabat, border bagian selatan berbatasan dengan Ethiopia. Proses imigrasi dan custom berjalan lancar. Kami diwajibkan registrasi ulang visa Sudan diperbatasan sehingga ketika ada check point semua berjalan lancar. Sekitar 80 Km pertama kondisi jalanan rusak dan berlubang tapi enjoy aja dengan suspensi CRF250Rally, hanya savana dan perkampungan kecil yang terlihat, belum lagi cuaca panas mencapai 43°C, untung camel bag menampung 3L air minum. Sekitar 150 Km berkendara dari border hujan lebat mengguyur area gurun. Tidak ada tempat berteduh. Saya berkendara dengan hati-hati karena jarak pandang terganggu oleh air hujan disertai angin kencang. Lumayan bikin adem karena air hujannya terasa seperti air es. Sore hari menjelang kami memutuskan untuk bermalam di kota Al-Qadarif. Selengkapnya di http://hondacommunity.net/read/Wheel-Story/14705-Wheel-Story-5-Cuaca-Panas-Hingga-Krisis-Bahan-Bakar-di-Sudan