Selasa, 09 Aug 2016 10:46
Honda Community

Wheel Story - Pulau Selatan New Zealand Part.2

Kami sudah menyelesaikan petualangan kami di pulau selatan New Zealand, selama 10 hari kami mengelilingi beberapa tempat menarik dan menantang disana. Dan cerita kali ini dari perjalanan kami selepas Wanaka menuju Queenstown hingga kembali ke Picton lewati pesisir timur sepanjang 1000Km yang menegangkan serta mengaggumkan.

Ketika melihat hari yang cerah saya putuskan dari Wanaka menuju Queenstown melintasi Crown Range dimana jlan berkelok puluhan Km dan kita akan melewati daerah bersalju pas di puncaknya, dan benar saja pegunungan yang tadinya berhiasi rerumputan kering kini menjadi putih cerah dan bikin silau mata, namun tetap waspada dengan black ice di jalan raya. angin bertiup kencang dan sungguh dingin, namun pemandangan bikin manja. Sudah 30 menit dan akhirnya kami mengarah turun ke Queenstown untuk makan siang. Setelah itu kami langsung lanjut ke Glenorchy, sebuah kota kecil berada di paling ujung dari danau Wakatipu mengikuti jalan berliku, namun ini bukan tujuan kami, kami akan menginap di sebuah penginapan tua yang sudah ada sejak 100 tahun lalu, terletak 25 Km paling ujung danau Timaru, desa bernama Kinloch memang pantas dijuluki 'Gateway to Paradise'. Kenapa tidak? lihat saja pemandangan dari desa tentram ini sekeliling benar-benar serasa hidup di dunia dongeng.


Waktu itu cuaca kurang bersahabat ketika kami melanjutkan perjalanan ke Tekapo, melewati Lindis pass dengan angin yang bertiup kencang, seta membawa hujan yang cukup deras belum lagi dingin yang menusuk, namun perjalanan harus tetap lanjut. Pas tiba di Tekapo dengan danau yang berwarna tosca, sebelumya kami lewati Danau Pukaki yang berlatar belakang Mount Cook yang tak tampak karena tertutup awan tebal. Hari sudah sore, kami menghangatkan diri di sebuah cafe, cuaca tak kunjung berubah sampai 2 cangkir teh barulah hujan berhenti namun yang terjadi malah turun salju, sungguh luar biasa bisa merasakan salju walau dinginnya bikin keram tangan dan hidung meler. Tak berapa lama matahari muncul, langit biru namun masih ada salju terbawa angin. Saya berdiri di pinggir danau dekat Church of the Good Shepherd yang sudah berdiri lebih dari 100 tahun benar-benar beruntung bisa merasakan New Zealand yang sesungguhnya.

.

Perjalanan kami lanjutkan menuju Picton (pelabuhan ferry) dengan mengikuti jalan pesisir Timur yang tak kalah indahnya. melewati Christchurch dan daerah peternakan dan juga perkebunan anggur disepanjang perjalanan yang bikin betah dan semangat dengan pegunungan rerumputan hijau dan lautan yang biru walau angin samping cukup kencang diantara jalanan berliku dan juga hawa dingin karena masih musim dingin di New Zealand, namun perjalanan ini membawa berjuta kenangan. 
Saat ini sudah 3500 Km total jarak tempuh perjalanan kami. Kecepatan rata-rata 70 Km/j dan top speed 125 Km/j dengan kondisi jalan mulus, lurus, menanjak, berliku dan temperatur  terendah sekitar -7 derajat selsius dan tertinggi sekitar 9 derajat selsius.

Berita Terkait

The Last of us
Rabu, 09 May 2018 15:40
Honda Community

Wheel Story 5, Dari Cairo ke Alexandria

The Last of us
Senin, 07 May 2018 20:05
Honda Community

Wheel Story 5, Berhasil Sampai Cairo

The Last of us
Senin, 23 Apr 2018 19:20
Honda Community

Wheel Story 5, Sempat Terkendala Birokrasi Mesir

The Last of us
Selasa, 17 Apr 2018 18:27
Honda Community

Wheel Story 5, Cuaca Panas Hingga Krisis Bahan Bakar di Sudan

The Last of us
Minggu, 01 Apr 2018 08:03
Honda Community

Wheel Story Hari Ke-165, Dari Ethiopia Menuju Sudan

The Last of us
Kamis, 15 Mar 2018 17:40
Honda Community

Wheel Story 5, Bertemu Banyak Suku di Ethiopia

The Last of us
Minggu, 25 Feb 2018 09:28
Honda Community

Memasuki Hari ke 123, Honda CRF250Rally Tiba di Uganda

The Last of us
Sabtu, 10 Feb 2018 11:06
Honda Community

Wheel Story Kilometer ke 17.050, Menyapa Rwanda

INSTAGRAM
FACEBOOK