Selasa, 06 Apr 2021 13:41
Honda Community Bali

Sepekan Sudah Berakhir Honda Matic Power Competition Seri III, Apa yang Kita Lewatkan?

Sepekan sudah acara Honda Matic Power Competition (HMPC) III berlangsung namun hingar bingarnya masih dirasakan. Mimin masih ingat bagaimana riuhnya ketika peserta terbaik di tiap kelasnya diumumkan sebagai pemenang dalam gelaran acara yang sudah digelar hingga 3 seri ini. Antusiasme yang cukup tinggi dari masyarakat Bali terutama para pengguna sepeda motor Honda, menarik hingga total ratusan peserta dari Seri I yang kemarin digelar pada bulan Januari 2021.

Sebagai wadah yang diadakan khusus untuk para penikmat kecepatan dan power enthusiast di Bali, mereka menyalurkan kemampuan dan kreativitasnya untuk memodif motor matic Honda menjadi yang terbaik di kompetisi ini. Dibagi menjadi 3 kelas: Matic Honda 130cc Open, Matic Honda 150cc Std Tune Up, dan Matic Honda 200cc Open, HMPC III yang diadakan pada 27 April 2021 silam diikuti hingga 47 peserta dari berbagai daerah, latar belakang, dan tipe motor. Untuk gambaran saja, kelas dengan peminat terbanyak yaitu Matic Honda 130cc Open diikuti oleh peserta dengan tipe matic Honda yang awalnya memiliki kubikasi standar pabrikan 100-110cc seperti BeAT, Scoopy, dan Vario 110-125. Dengan kreativitas mereka sebagai modifikator, matic Honda mereka mendapat gubahan di sisi mesin hingga mencapai maksimal 130cc. Agak berbeda dengan kelas Matic Honda 150cc Std Tune Up, mereka dibatasi untuk tidak melakukan perubahan di kubikasi mesin. Didominasi PCX150, ADV150, dan Vario 150, kreativitas para peserta di kelasi ini diadu agar bisa meningkatkan power semaksimal mungkin tanpa melakukan bore up. Terakhir di kelas flagship, Matic Honda 200cc Open, kubikasi mesin meningkat jauh hingga maksimal 200cc. Di kelas ini, sky is the limit, peserta bebas melakukan gubahan apa saja asal memenuhi limit tersebut. Mimin bisa merasakan potensi para modifikator dengan lebih optimal dari motor matic standar pabrikan Honda di kelas teratas ini.

Tapi sebentar dulu, Honda bikin acara sekaliber ini di masa pandemi, penanganan protokol kesehatannya bagaimana? Tenang, HMPC dari Seri I hingga III sudah menerapkan standar protokol kesehatan (prokes) yang ketat dengan tetap mengacu pada Surat Edaran Gubernur Bali terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Dari awal para peserta sudah diinformasikan agar tetap menjaga protokol kesehatan (prokes) di antaranya dengan menerapkan 3M selama acara, tidak membawa pendamping atau kru, pembagian per batch yang sudah disesuaikan agar tidak berkerumun, dan lain sebagainya. Peserta sebelum memasuki lokasi acara dicek suhu tubuhnya dan diberikan hand sanitizer sebagai pengecekan awal sebelum berlaga. Mimin tetap merasa aman melihat prokes diterapkan dengan baik dan tertib tanpa kendala dan tidak mengganggu jalannya acara.

 

Sebelum peserta bisa berlaga di kompetisi ini, HMPC dari Seri I selalu berusaha untuk meminimalisir kontak dengan memanfaatkan teknologi (contactless). Peserta mendaftar via link yang sudah dipublikasikan pada akun IG hondafansbali (Official account Astra Motor Bali) melalui perangkat mobile masing-masing. Sebagai feedback-nya mereka akan mendapatkan QR Code yang nantinya akan ditunjukkan ketika pendaftaran ulang, QR Code tersebut berisi informasi peserta ketika melakukan pendaftaran awal. Panitia pendaftaran melakukan scanning QR Code tersebut di lokasi acara dan system akan otomatis memberi no urut dyno test. Namun sebelum para peserta melakukan dyno test, seluruh motor akan melalui pemeriksaan awal oleh Team Racing Commitee berdasarkan spesifikasi teknis yang sudah diinformasikan ketika pendaftaran awal. Spesifikasi teknis ini pun sudah dipublikasikan pada profile peserta di akun resmi Astra Motor Bali 3 hari sebelum hari H agar tetap menjaga transparansi antar peserta dan memberikan persaingan sehat di HPMC. Setelah lolos checking dan spesifikasinya sesuai, motor peserta akan ditempelkan stiker lolos checking sebagai bukti di Team Dyno. Peserta akan menunggu dipanggil untuk melakukan dyno testing motor besutannya.

Pada lokasi Dyno Test, Team sudah mempersiapkan perangkat dyno dan system pencatatan agar berjalan seamless dan meminimalisir jeda proses. Mimin ingat keseruan baru dimulai ketika motor kebanggaan peserta dibawa oleh team Racing Commitee ke ruang Dyno Test. Team Dyno dengan sigap memasang tali pengikat setelah motor disesuaikan pada platform-nya. Roda belakang disejajarkan dengan roller platform yang terhubung langsung dengan komputer Dyno Test. Satu orang Team Dyno akan melakukan beberapa preliminary testing terlebih dahulu agar power motor bisa keluar dengan optimal. Setelah itu, motor akan diakselerasi dengan full throttle agar bisa mendapatkan power maksimal, hasil dari power tersebut dicatat pada system, didokumentasikan, dan ditampilkan langsung persis setelah pencatatan pertama selesai pada monitor di ruang tunggu peserta. Proses ini berlangsung secara real time, begitu hasil dyno test sudah dicatat pada system, para peserta sudah bisa melihat hasil dan klasemen sementara dari tiap kelas. Peserta yang tidak masuk dalam 3 besar diarahkan untuk langsung kembali meninggalkan lokasi acara, menyisakan jawara sementara yang masih menunggu hasil peserta berikutnya. Mimin tidak masuk tanpa pengaman ke ruang Dyno Test dong, team yang bertugas wajib menggunakan penyumbat telinga untuk mengurangi dampak suara yang teramat kencang dikarenakan bunyi raungan mesin yang diakselerasi maksimal. Namun inilah yang menjadi esensi excitement para peserta (panitia juga tentunya) untuk mengikuti HMPC, digas sekencang-kencangnya agar tahu batas power dari motor yang telah dimodifikasi. Mungkin ini menjadi candu bagi sebagian peserta sehingga mereka mengikuti kembali di seri ini sambil memperbaiki kekurangan di seri sebelumnya.

 

Kompetisi ditutup dengan 3 pemenang di tiap kelas. Kelas Matic Honda 130cc Open digawangi oleh Made Budi Artana melalui Scoopy eSP, Matic Honda 150cc Std Tune Up Juara I disabet oleh Ida Bagus Trisnanda Adisurya dengan besutannya Vario Techno 125, dan Matic Honda 200cc Open dijuarai oleh Gusti Ngurah Made Dodi Pulo Sanjaya dengan PCX150 CBU. Sangat terasa suka citanya ketika pengumuman disampaikan 2 MC (yang salah satunya mimin!) karena berhasil menjadi yang terbaik di kelas tersebut. Untuk lebih jelasnya, berikut informasi lengkap juara Honda Matic Competition Seri III:

Kelas Matic Honda 130cc Open

1. Juara 1, Made Budi Artana - Scoopy eSP - 10 kW

2. Juara 2, Tommy Iwan Santoso - Scoopy eSP - 9.3 kW

3. Juara 3, Bragas januar - BeAT - 9 kW

 

Kelas Matic Honda 150cc Std Tune Up

1. Juara 1, Ida Bagus Trisnanda Adisurya - Vario Techno 125 - 11.4 kW

2. Juara 2, Kadek Joshua - PCX150 - 10.7 kW

3. Juara 3, A.A. Istri Ratih Setia Dewi - PCX150 - 10.6 kW

 

Kelas Matic Honda 200cc Open

1. Juara 1, Gusti Ngurah Made Dodi Pulo Sanjaya - PCX150 CBU - 12.4 kW

2. Juara 2, Jeffry Ramadhani - PCX150 - 11.7 kW

3. Juara 3, Bryan Hadinata - Vario150 - 11.6 kW

 

Honda Matic Competition Seri III sudah berakhir di pekan lalu, namun excitement-nya masih dirasakan di hati para pesertanya. Melalui gelaran acara ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk menyalurkan kreativitasnya terhadap motor Honda sekaligus memberikan persaingan yang sehat bagi para modifikator Bali. Sebagai persembahan terakhir kami, mimin denger-denger akan ada HMPC Final di bulan April-Mei yang akan menghadirkan 1 kelas berbeda bagi para pecinta kecepatan dan power non bebek. Apakah itu? Tunggu kejutannya nanti di IG hondafansbali sebagai Official Instagram Account Astra Motor Bali. Sampai jumpa di kompetisi berikutnya! Salam Satu HATI.

Bagi yang belum melihat keseruan HMPC Seri III, telah tayang di IGTV hondafansbali dengan klik link: https://www.instagram.com/p/CNKNIEQpb-O/

 

~Cq

Berita Terkait